Umroh dan Peningkatan Kualitas Hidup

Secara bahasa umroh berarti berkunjung, ziarah dan dari arti tersebut juga dapat dipahami dengan wisata. Akan tetapi berbeda dengan wisata secara umum, perjalanan umroh tidak hanya sekedar berkunjung dan bukan sesuatu yang dilakukan untuk bersenang-senang. Umroh merupakan perjalanan ibadah, segala sesuatu yang menyangkut aktivitasnya telah diatur oleh syari’at dan tentunya tidak dapat dilkukan denan sesuka hati. Dan kesenangan yang didapat dari umroh tidak lain adalah kesenangan yang didapat dari beribadah.
Nabi s.a.w. mengatakan:

العُمْرَةُ إلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لما بَيْنَهُمَا، وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إلا الجَنَّةُ (متفق عليه)
“Dari satu umrah ke umrah lainnya merupakan kifarat (penghapus dosa) di antara keduanya. Dan haji mabrur tiada balasan lain baginya kecuali surga.” (Riwayat Bukhari-Muslim)

Makna yang terkandung di dalam hadits tersebut menunjukkan salah satu substansi ibadah umroh itu sendiri, yakni kafarat (penghapus dosa), bahwasannya ibadah umrah seumpama proses ‘penghapusan dosa’ yang secara prinsip tentunya hal tersebut hanya dapat dilalui orang-orang yang hendak bertaubat.
Bertaubat merupakan salah satu ciri orang-orang yang sangat dekat dengan Allah.

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ ؛ مَّنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ [٥٠: ٣٢-٣٣]
“Inilah (surga) yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya); (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat.” (Qaf/50: 32-33)

Dari kata taubat sendiri dapat dipahami bahwa hal tersebut hanya dilakukan orang yang selalu memperbaiki diri, bukannya orang yang terbiasa mengulang perbuatan dosa dan kesalahan.
Kifarat yang disebutkan oleh Rasulullah s.a.w. sebagai hikmah ibadah umroh merupakan cerminan dari orang-orang yang menunaikan ibadah umroh. Tentu saja kifarat tersebut tidak berlaku bagi orang yang didalam umrohnya jauh dari taubat atau bahkan cenderung berbuat dosa. Bagi seseorang, biaya atau segala hal yang menyangkut kebutuhan dalam perjalanan umroh boleh jadi hal yang sangat sepele atau mudah dipenuhi sehingga dengan mudah pula ia memenuhi ibadah tersebut berulang kali dan tampak bersenang-senang di dalamnya. Akan tetapi berulang-ulangnya umroh yang dilakukannya bukanlah jaminan yang akan membuatnya meraih keutamaan dari ibadah umroh sendiri, yakni terutama meraih kafarat (dihapusnya dosa-dosa).
Maka dari itu, hal-hal berikut ini patut diperhatikan bagi siapa saja dalam melakukan perjalanan tersebut.
Pertama, mengikhlaskan niat.
Kedua,memenuhi segala ketentuan dan ketetapan syari’at dalam menunaikan segala bentuk prosesi ibadah umroh.
Ketiga, menjaga dari dan menghindari perbuatan dosa dan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat (terutama secara syar’i).



Dari tiga hal di atas, sehubungan dengan maraknya travel bimbingan umroh dan haji, hendaklah cukup selektif dalam memilih biro yang akan membimbing perjalanan umrohnya. Niat dan hal-hal di atas memanglah merupakan hal yang sangat individual, akan tetapi apabila biro/jasa bimbingan yang dipilih cenderung mengedepankan hal-hal yang tidak bernilai ibadah atau bahkan cenderung glamour, boleh jadi seseorang akan kesulitan untuk menjaga ketiga hal tersebut sehingga tidak dapat meraih keutamaan yang melekat pada ibadah umroh yang ditunaikannya.


Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!