Tampilkan postingan dengan label Mufradat Al Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mufradat Al Quran. Tampilkan semua postingan

Mufradat Al-Quran; Imam


Kata imam ( أئمة إمام ) secara umum dimaknai sebagai pemimpin seperti hal dipahami sebagai orang yang memimpin shalat untuk imam shalat. Ungkapan lain yang memiliki akar kata yang sama dengannya di antaranya kata “ibu” ( أُمّ ), umat/bangsa ( أمم - أمة ). Secara keseluruhan akar kata ini mengacu pada kaitan dengan jumlah banyak (baca: lebih dari satu) sebagai satu kesatuan atau dengan sumber yang sama. Kata “mam” menunjukkan wilayah yang dipimpin, “ibu” sebagai sumber dari apa saja yang berkembang dari dirinya dan ummat adalah kesatuan itu sendiri.
_
Dalam arti pemimpin, kata imam memiliki banyak padanan kata di dalam Al-Quran seperti kata  (5: 51), qawwaam (4: 24), sayyid (33: 67), naqiib (5: 12), mala’ (38: 6), kabiir (26: 49). Dalam pengertian yang cukup “eksklusif” di dalam Al-Quran juga digunakan kata khalifah (2: 30). Dari padanan ini dapat dipahami kemudian bagaimana kedudukan seorang pemimpin, seperti perwalian dalam kata auliya’, pembela atau penanggung dalam kata qawwaam, penguasa dalam kata sayyid dengan memperhatikan akar kata masing-masing.
_
Al-Isfahani dalam Mufradatnya mengartikan kata imam sebagai orang yang diperturuti dan diikuti setiap perkataan dan perbuatannya – termasuk tulisannya – apakah itu benar atau salah. Sebagaimana dapat dimaknai dari ayat berikut:
يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖ  [١٧: ٧١]
“(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.” (Al-Isra/17: 71); yakni dengan orang-orang yang diikutinya. (Isfahani: 87)


_


Print Friendly and PDF