Banyak ungkapan yang seringkali terlontar di saat turun
hujan, bahkan tidak jarang yang terlontar tersebut bukanlah kata-kata yang
baik. Seyogyanya kita memperhatikan kata-kata tersebut, baik atau buruk, karena
selain bahwa hal tersebut bisa tercatat sebagai do’a atau justru memiliki
pengaruh yang mendasar pada keimanan.
Hujan merupakan satu peristiwa alam yang banyak
diungkapkan Al-Quran sebagai kehendak Allah SWT yang dengannya akan
mendatangkan kebaikan-kebaikan, di antaranya apa yang diungkapkan dalam ayat
berikut:
وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً
فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ
أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ [٢: ٢٢]
“... dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit,
lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki
untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal
kamu mengetahui.” (Al-Baqarah/2: 22)
Di dalam ayat tersebut jelas sekali apa yang
diperingatkan Allah setelah diungkapkan bagaimana Allah menurunkan hujan, dengan
apa yang diketahui dari hal-hal tersebut jangan sampai menjadikan seseorang
untuk menyekutukan Allah.
Berdoa memohon kebaikan dari hujan, bukan hanya
dapat menghindarkan kita dari keburukan-keburukan yang timbul dari hujan secara
lahiriyah seperti datangnya bencana dan lain sebagainya, akan tetapi kebaikan
yang menyangkut keimanan dan kehidupan akhirat kelak. Dari itulah Rasulullah
s.a.w. mengajarkan do’a yang harus diungkapkan seseorang di saat hujan turun,
yaitu sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا (رواه البخاري)
Allaahumma shoyyiban
naafi’an
“Ya Allah, (jadikanlah ini) hujan yang
bermanfaat.” (Riwayat Bukhari)
Bermanfaat di sini berarti terhindar dari sifat
hujan yang mendatangkan malapetaka. Dan apabila setelah hujan itu reda, melafalkan
do’a berikut:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ (رواه البخاري ومسلم)
muthirnaa bifadhlillaahi
warhmatihi
“Telah (diturunkan) hujan dengan karunia Allah dan
rahmat-Nya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
_
Ungkapan do’a ini diajarkan Rasulullah s.a.w. seusai
shalat shubuh ketika berada di Hudaibiyah, ketika itu hujan turun di malam
harinya, beliau bertanya kepada para shahabat, “tahukah kalian apa yang
dikatakan Tuhan kalian?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Rasulullah s.a.w. berkata, “Allah berkata: di pagi ini di antara hamba-hamba-Ku
ada yang beriman dan ada yang menjadi kafir. Maka barangsiapa yang mengatakan ‘muthirnaa
bifadhlillaahi warhmatihi’, dialah orang yang beriman kepada-Ku dan kufur
pada perbintangan (nujum). Dan barangsiapa yang berkata, ini karena
bintang anu dan anu, maka ialah yang kafir kepada-Ku dan beriman pada
perbintangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!