Mencintai Nabi Muhammad s.a.w. terkait
erat dengan ketundukan seseorang dalam menghamba kepada Allah. Ibadah, penghambaan
kepada Allah, hanya dapat dilakukan dengan cara yang dilakukan oleh Rasulullah
s.a.w. yang secara langsung mendapatkan mandat dan petunjuk melalui pewahyuan. Menjadikan
Nabi sebagai teladan adalah bentuk kecintaan seseorang, yang dengan teladan
itulah seseorang dapat menyempurnakan tugas hidupnya. Di dalam Al-Quran
ditegaskan:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ
يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا [٣٣: ٢۱]
“Sungguh pada diri Rasulullah ada teladan
yang baik bagi kalian, yaitu siapa saja yang menghendaki mengharap (rahmat)
Allah dan (keselamatan di) hari akhir dan orang itu banyak Allah.”
(Al-Ahzab/33: 21)
Dengan mencintai Rasulullah s.a.w.
seseorang akan meraih keutamaan-keutamaan:
1)
Meraih nikmatnya beribadah (iman)
Rasulullah s.a.w. berkata:
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ
أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ
يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي
الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Barang siapa yang pada dirinya terdapat
tiga hal maka ia akan mendapatkan manisnya iman; Allah dan Rasul-Nya lebih
dicintainya dari selain keduanya, dia mencintai saudaranya, tidaklah dia
mencintainya kecuali karena Allah, dan dia benci kembali pada kekufuran
sebagaimana dia benci dilemparkan dalam api.”
2)
Mengukuhkan keimanan
Rasulullah s.a.w. berkata:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ
مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (رواه مسلم)
“Tidaklah beriman seorang dari kalian
sampai aku lebih dicintainya dari anak-anaknya, orang tuanya dan manusia yang lain
secara keseluruhan.” (Riwayat Muslim)
3)
Berada bersamanya di akhirat kela
Di dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa pada
suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah s.a.w. dan bertanya: “Kapankah
hari kiamat datang?” Rasulullah berkata: “Apa yang telah kau persiapkan
untuknya?” Orang itu menjawab: “Aku mencintai Allah dan Rasulnya.” Rasulullah
s.a.w. berkata: “Maka engkau kelak akan bersama orang yang engkau cintai.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!