Aqiqah

Aqiqah adalah penyembelihan yang berhubungan dengan kelahiran anak. Hukumnya aqiqah sunnah muakkadah, sangat dianjurkan, walaupun sang ayah adalah bukan orang yang berkecukupan. Dalam penyembelihannya berlaku hukum penyembelihan hewan qurban kecuali bahwa dalam aqiqah tidak dapat dilakukan dalam bentuk berserikat/bersama-sama.
Rasulullah s.a.w. berkata:
"كل مولود رهينة بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويسمى" رواه أصحاب السنن
“Setiap anak yang terlahir itu tergandai untuk aqiqahnya, hendaklah disembelihkan untuknya, dicukuri rambutnya dan diberi nama. (Riwayat Ashabus Sunan)
"عن الغلام شاتان متكافئتان وعن الجارية شاة " رواه أحمد وأبو داود وغيرهما)
Untuk anak laki-laki dengan dua ekor kambing yang seusia dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan yang lainnya).
Penyembelihan dilakukan pada hari ketujuh, hari keempat belas atau hari kedua puluh satu. Rasulullah s.a.w. berkata:
"تذبح لسبع، ولاربع عشر، ولاحدي وعشرين" رواه البيهقي
“(Hewan aqiqah) itu disembelih pada hari ketujuh, keempat belas atau pada hari kedua puluh satu.” (Riwayat Baihaqi)
Menjelang pelaksanaan aqiqah disunahkan untuk memberi nama yang baik dan nama-nama yang paling dianjurkan adalah nama abdullah, abdurrahman dan dibolehkan mengambil nama-nama malaikat, nama para nabi dan lafadz-lafadz seperti hamim, yasin.
Rasulullah s.a.w. berkata:  
"إن أحب أسمائكم إلى الله عبد الله وعبد الرحمن" رواه مسلم وغيره
“Sesungguhnya nama-nama yang paling dicintai Allah adalah abdullah dan abdurrahman.” (Riwayat Muslim dan perawi lainnya)

Dan Rasulullah melarang nama-nama yang melekat pada nama-nama sesembahan selain Allah dan nama-nama yang dapat memancing datangnya cacian atau olok-olok.
Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!