Rahmat Allah

Apakah rahmat Allah, seperti apakah kedudukannya bagi keberadaan seseorang? Rahmat Allah menyangkut segala sesuatu yang dapat diraih manusia tetapi bukan atas dasar kemampuan yang dimilikinya melainkan berada jauh diluar itu. Rahmat Allah adalah sesuatu yang menjauhkan manusia dari hal-hal buruk yang kemampuannya tidak dapat menghindarkannya. Rahmat Allah adalah kehendak Allah yang akan berlaku bagi siapa saja yang berhak atas kebahagiaan yang sebenarnya, kebahagiaan surga-Nya.
Rasulullah s.a.w. berkata:
"لن ينجي أحدا منكم عمله" قالوا: ولا أنت يا رسول الله؟ قال: "ولا أنا، إلا أن يتغمدني الله برحمة ..." رواه البخاري
“Amal seseorang dari kalian tidaklah dapat menyelamatkan dirinya,” para shahabat berkata; “dan tidak pula dirimu, ya Rasulullah?” Rasulullah berkata: “Tidak juga aku, kecuali bahwa itu karena Allah telah mencurahkan rahmat-Nya kepadaku...” (Riwayat Bukhari: 6463)
 Dalam riwayat lain disebutkan;
"... فإنه لا يدخل أحدا الجنة عمله ..." رواه البخاري
“... Amalan seseorang dari kalian tidak akan dapat membuatnya memasuki surga...” (Riwayat Bukhari: 6467)
Rahmat adalah kasih sayang Allah yang dilimpahkan kepada seseorang melebihi dari apa yang dapat diraihnya, dan sebaliknya, dengan rahmat Allah seseorang dapat luput dari satu konsekuensi (baca: adzab) yang tidak dapat dihindarinya. Surga adalah kenikmatan yang tidak dapat diungkapkan keindahannya dan sebaik apapun yang dilakukan manusia kebaikannya tidaklah sepadan surga itu melainkan di sana ada rahmat Allah. Dan sebaliknya, manusia tidak sepenuhnya menanggung keburukannya bahwa luput dari segala bentuk konsekuensinya apabila ia mendapatkan rahmat Allah.
وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُم بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ... [١٠: ١١]
“Dan sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti diminta manusia untuk disegerakan kebaikan, pastilah akan berlaku datang pada mereka kebinasaannya...” (Yunus/10: 11)
Apa yang dilakukan manusia memiliki konsekuensi, dan boleh jadi sebagian manusia terkesan menantang konsekuensi tersebut dengan secara sengaja melakukan berbagai sikap dan tindakan durhaka. Dan Allah dengan kasih sayang dan kehendak-Nya menangguhkan hal-hal demikian, yang berlaku bagi umat Nabi Muhammad s.a.w. sehingga mereka dapat kembali ke jalan yang benar (dan mendapatkan) rahmat Allah SWT.
وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [٣٢: ٢١]
“Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang kecil (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Sajdah/32: 21)


Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!