Sholat malam (qiyamullail), disebut juga dengan
nama Tahajud, merupakan salah satu sholat sunat yang sangat dicintai oleh
Rasulullah s.a.w., seperti diungkapkan oleh Aisyah r.a. ketika mendapati
Rasulullah s.a.w. mengerjakannya dan kaki beliau sampai bengkak karena lamanya
berdiri. Aisyah bertanya: “untuk apa sebenarnya engkau berbuat demikian, bukankah
Allah telah mengampuni segala dosa Anda baik yang sudah berlalu atau yang akan
datang?” Rasulullah menjawab:
"أَفَلَا أَكُوْنَ عَبْدًا
شَكُوْرًا"
“Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang
pandai bersyukur (karenanya)?” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Sholat
malam, selain dalam berbagai ayat lainnya yang menggambarkan tabiat orang-orang
shaleh, secara langsung diperintahkan oleh Allah di dalam Al-Quran:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ
أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا [١٧: ٧٩]
“Dan pada
sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah
tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
(Al-Isra/17: 79)
Abdullah bin Salam mengabarkan; pada kali pertama Rasulullah s.a.w. datang di Madinah, orang-orang berhamburan menghampirinya dan aku termasuk salah satu dari mereka. Ketika aku memperhatikan wajahnya dan dapat melihatnya dengan jelas, aku mengetahui benar kalau wajah beliau bukanlah wajah pendusta. Hal pertama yang aku dengar dikatakannya adalah: “Saudara sekalian, sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang kekurangan), sambungkanlah tali persaudaraan dan sholatlah di malam hari ketika kebanyakan orang sedang tertidur, niscaya kalian akan memasuki surga dengan sentosa.” (Hadits Hasan Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ahmad dan Turmudzi)
Rasulullah s.a.w. berkata:
عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين
قبلكم، ومقربة لكن إلى ربكم، ومكفرة للسيئات، ومنهاة عن الاثم، ومطردة للداء عن
الجسد (
“Hendaklah kalian mengerjakan sholat malam, karena ia
adalah tabi’at orang shaleh dari umat sebelum kalian, cara untuk mendekatkan
diri dengan Tuhan kalian, penghapus segala keburukan, pemutus dosa-dosa dan
dapat menjauhkan penyakit dari badan.” (Riwayat Thabrani, Baihaqi, Ruyani dan
lain-lain)
Adab dan Tata Cara Mendirikan Sholat Malam
Dalam mengerjakan sholat malam, hendaklah diperhatikan
beberapa adab sunnah berikut ini:
a)
Berniat untuk sholat ketika hendak tidur
b)
Mengusap wajah di saat terbangun, dan melafalkan doa
kemudian membaca sepuluh ayat terakhir surah Ali ‘Imran
c)
Memulai sholat dengan dua raka’at sholat yang ringan (khafifatain)
d)
Hendaklah membangunkan keluarganya
e)
Menghentikan sholat ketika diserang rasa kantuk yang
berat (sehingga tidak jelas dalam membaca Quran) dan pergi tidur
f)
Tidak memaksakan diri dalam mengerjakannya melainkan
sekadar kemampuan yang dimilikinya
Jumhur Ulama mengatakan bahwa tidak ada pembatasan khusus
mengenai jumlah rakaat sholat malam. Dapat dilakukan walaupun hanya dengan 1 (satu)
rakaat witir saja. Dan waktu sholat malam adalah dari paruh awal malam (setelah
isya) sampai menjelang shubuh. Adapun waktu yang paling utama adalah pada
separuh akhir malam atau sepertiga akhir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!