Kenapa Harus Beribadah

Meskipun pembahasan ini diambil dari sudut pandang ilmu fiqih, diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. Salah satunya, setidaknya makalah ini berusaha menjawab pertanyaan yang seharusnya tidak dilontarkan; kenapa harus beribadah?
Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat/51: 56)

Penciptaan adalah proses dari ketiadaan makhluk menjadi ada (exist). Bahkan, “penciptaan” dalam hal ini tidak sebatas proses tersebut, akan tetapi segala sesuatunya yang kemudian terjadi. Demikian itu ditegaskan dengan firman Allah SWT; “dan Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat,” (37: 96). Dan tujuan semua itu adalah beribadah.
Kata ibadah terambil dari kata ‘a-ba-da’ yang setidaknya mencakup tiga arti mendasar, yakni menyembah, mengabdi dan menghinakan diri. Mengingat apa yang diisyaratkan ayat-ayat diatas, adalah sebuah kemestian bagi makhluk untuk menyembah, mempersembahkan seluruh hidupnya dan menempatkan diri dalam kehinaan di hadapan Allah.
Ibnu Taimiyah mengungkapkan pengertian ibadah sebagai; suatu kata yang mencakup segala sesuatu yang disukai dan diridhoi Allah SWT (al-Fatawa al-Kubra). Beliau menitik beratkan pengertian tersebut dengan nisbat kepada Allah SWT, yang denganya mensiratkan apa yang terkandung dalam ayat berikut:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (Al-Bayyinah/98: 5)

Dari pengertian inilah kemudian dapat disimpulkan bahwa secara prinsip ibadah bukanlah sesuatu yang ditetapkan oleh manusia sendiri. Ibadah tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan sukarela yang dapat dilakukan dengan semaunya atau sekadar apa yang dikehendaki saja oleh manusia. Ibadah juga merupakan hak Allah yang tidak sesuatu apa pun yang lain yang dapat dijadikan sebagai tujuan ibadah tersebut.
Ayat ini juga mengisyaratkan suatu kerangka bagi makhluk untuk dapat memenuhi tugas hidup dan keberadaannya; yaitu agama (ad-diin). Penegasannya dapat ditemukan pada penekanan pada “dengan memurnikan (ikhlas) dalam agama” yang menjelaskan bagaimana ibadah itu harus dilakukan. Memurnikan di dalam ayat ini dapat diperhatikan setidaknya menyangkut dua dimensi; tujuan ibadah, yakni Allah SWT dan pedoman pelaksanaan ibadah. Ikhlas karena Allah SWT adalah dengan menafikan tujuan lain selain kepada Allah. Ikhlas dalam beragama adalah dengan mengikuti apa yang diperintah-Nya dalam beragama (dan bukan pedoman-pedoman lain).

Dalam hubungan dengan penciptaan, Allah SWT menegaskan kenisbian agama sebagai satu-satunya dan tidak ada yang lain yang dapat menggantikannya dengan menyebutnya sebagai fitrah penciptaan.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ [٣۰: ٣۰]
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Ar-Rum/30: 30]

Apa yang disebutkan ayat bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahuinya adalah salah satunya dengan mempertanyakan untuk apa beribadah karena sejatinya ibadah merupakan tujuan penciptaan. Penolakan atas ibadah merupakan bentuk penukaran atau penggantian fitroh. Menafikan ibadah, meragukan atau menolak agama yang benar, merupakan cara yang akan menempatkan makhluk pada kehancuran. Inilah yang disebut dengan fitnah, yang diterjemahkan oleh para ulama sebagai jauhnya seseorang dari agamanya. Untuk itu Allah menegaskan bahwa:

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [٢: ١٩١]
            “Fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.” (Al-Baqarah/2: 191)




Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!