Gangguan kesehatan, sakit, kecelakaan, bencana alam,
korban kejahatan dan banyak hal-hal lain dapat menimpa seseorang secara
tiba-tiba dan tidak disangka-sangka. Manusia berupaya untuk dapat terjaga
(aman) dari hal-hal tersebut dengan berbagai pemikiran dan upaya. Akan tetapi
hal-hal demikian selalu terjadi dan bukanlah hal yang tidak biasa pula ketika
seorang dokter yang memahami segala macam tips dan cara hidup sehat tiba-tiba
jatuh sakit dan meninggal dunia.
_
Merupakan sunnatullah yang ditetapkan bagi setiap
hamba-Nya akan dihadapkan dengan ujian kemalangan atau musibah. Merupakan
sesuatu yang wajar bahwa dengan hal-hal tersebut seseorang akan merasa bersedih
dan menderita. Namun tidak jarang yang larut dalam kesedihan dan bersikap
secara berlebihan sehingga ia menafikan keimanan dan tidak bersabar karenanya.
Ujian atau musibah yang menimpa seseorang pada
dasarnya ditetapkan Allah untuk dapat diketahui apakah seseorang itu
bersungguh-sungguh (dalam kebenaran) atau berdusta, apakah ia termasuk orang
yang bersabar atau malah putus asa. Di balik musibah dan cobaan terdapat hikmah
besar bagi seseorang, apabila ia menghadapinya dengan keimanan.
Allah SWT berfirman:
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا
بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ
شَيْءٍ عَلِيمٌ [٦٤: ١١]
“Tidak
ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan
barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada
hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (At-Taghabun/64: 11)
Dalam ayat lain dikatakan:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ
وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ
الصَّابِرِينَ ؛ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ
وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ [٢: ١٥٥-١٥٦]
“Dan
sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: Sesungguhnya kami hanya milik Allah dan hanya kepada-Nya
akan kembali.” (Al-Baqarah/2: 155-156)
Kesabaran datang dari keimanan seseorang dan
dengan kesabaran itu sendiri ia akan meraih kebaikan-kebaikan. Di antara
kebaikan tersebut adalah hidayah dari Allah sehingga ia tetap bersikap dan
bertindak benar serta tetap melakukan sesuatu yang baik. Ucapan orang beriman, Inna
lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, setiap kali ditimpa kemalangan atau
musibah merupakan penegasan dan pengakuan totalitas keberadaan dirinya sebagai
milik Allah dan hanya akan kembali kepada-Nya.
_
Selain dari ucapan doa tersebut, dalam hadits Rasulullah s.a.w.
disebutkan:
"مَا
مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ: “إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ
رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا”،
إِلاَّ آجَرَهُ بهِ فِي مُصِيبَتِهِ وَخَلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا." (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَ مُسْلِمٌ وَ ابْنُ مَاجَهَ)
“Kalau seorang hamba terkena malapetaka lalu berdo’a: “Inna-
lilla-hi wa inna- ilaihi ra-ji’u-n. Alla-humma ajirni- fi- mushi-bati- wakhluf
li- khairan minha”*, tentulah Allah memberikan pahala dan ganti
kebaikan kepadanya...”. (HR. Ahmad, Muslim
dan Ibnu Majah)
*
artinya: “Sesungguhnya kami hanya milik
Allah dan hanya kepada-Nya akan kembali. Ya Allah, berilah kepadaku pahala
dalam mushibahku dan gantikanlah mushibah itu dengan kebaikan bagiku.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!