Pengertian Shalat
dan Kedudukannya
Secara istilah, shalat adalah suatu ibadah yang
terdiri dari ucapan dan tindakan yang (sangat) khusus, yang dimulai dengan
takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
Shalat memiliki kedudukan yang ibadah lain
tidaklah dapat mencapai pada kedudukannya. Shalat merupakan bentuk kewajiban (faridhah)
yang pertama kali ditetapkan, yang dalam mewajibkannya Allah SWT secara
langsung menyampaikannya kepada Rasulullah s.a.w. dengan isra-mi’raj secara
langsung tanpa ada perantara. Kewajiban shalat merekat atas diri seseorang
dalam berbagai keadaan, apakah sedang aman atau dalam ketakutan, apakah sedang
bepergian atau tidak, apakah sedang sehat atau sakit.
Shalat merupakan hal pertama yang akan dihisab
dari seseorang, yang disebutkan dalam riwayat hadits:
قال رسول الله صلى
الله عليه وسلم: "أول ما
يحاسب عليه العبد يوم القيامة الصلاة فإن صلحت صلح سائر عمله، وإن فسدت فسد سائر
عمله" (رواه الطبراني)
Rasulullah s.a.w. berkata: “Yang pertama kali
dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya
baik, maka akan baik pulalah seluruh amalnya dan apabila shalatnya rusak maka
akan rusaklah seluruh amal perbuatannya.”
Shalat adalah pilar agama, yang apabila tidak ada
shalat maka tidak dapat berdiri satu bangun agama (Islam). Rasulullah s.a.w.
mengatakan:
رَأْسُ الْأَمْرِ
الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ
“Pokok segala urusan adalah Islam, shalat adalah
tiang-tiangnya dan puncak dari pundi-pundinya adalah jihad.”
Hukum Meninggalkan Shalat
Meninggalkan shalat yang dilandasi dengan
pengingkaran dan penolakan atasnya merupakan kekufuran yang ditetapkan secara
ijma’ sebagai hal yang dapat menjadikan seseorang keluar dari agama Islam.
Adapun dalam hal meninggalkan shalat oleh orang yang masih mengakui
kefardhuannya, seperti karena rasa malas atau terabaikan oleh suatu hal
(seperti kesibukan) yang tidak termasuk dalam uzur dalam shalat,
Rasulullah s.a.w. berkata:
"بين الرجل وبين الكفر ترك الصلاة" رواه أحمد ومسلم، وأبو داود والترمذي وابن ماجه
“Yang memisahkan
seseorang (yang beriman) dengan kekafiran adalah shalat.”
"أمرت أن أقاتل الناس حتى شهدوا أن لا إله إلا الله
وأن محمدا رسول الله، ويقيموا الصلاة، ويؤتوا الزكاة فإذا فعلوا ذلك عصموا مني
دماءهم وأموالهم إلا بحق الاسلام وحسابهم على الله عز وجل" (رواه البخاري ومسلم)
Shalat Fardhu
Shalat fardhu yang ditetapkan oleh Allah SWT terdiri dari
lima waktu dalam sehari-semalam. Demikian salah satunya ditunjukkan dalam
perkataan Rasulullah s.a.w. ketika seseorang bertanya kepadanya: “Beritahu aku
tentang apa yang difardhukan oleh Allah tentang shalat!” Rasulullah menjawab:
الصلوات الخمس إلا أن تطوع شيئا ... (رواه البخاري ومسلم)
“Itulah shalat yang lima, jika selain itu adalah sesuatu
yang secara sukarela engkau kerjakan”
Shalat memiliki waktu tertentu yang sudah ditetapkan.
Demikian salah satunya diungkap dalam Al Quran:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى
الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا [٤: ١۰۳]
“Sesungguhnya shalat itu atas orang-orang yang berimana
merupakan kewajiban yang ditetapkan waktunya.” (4: 103)
Syarat Sah dan Rukun Shalat
Untuk shalat disyaratkan hal-hal berikut yang apabila salah
satunya luput maka shalatnya tidak sah. Hal itu disebut dengan syarat sah
shalat, yang antara lain:
a)
Mengetahui masuknya waktu shalat
b)
Suci dari hadats besar dan kecil
c)
Sucinya badan, pakaian dan tempat dari najis
d)
Menutup aurat
e)
Menghadap Kiblat
Adapun rukun shalat antara yaitu:
1)
Niat
2)
Takbiratul ihram
3)
Berdiri
4)
Membaca surat Al-Fatihah
5)
Ruku’
6)
I’tidal
7)
Sujud
8)
Duduk tasyahud
9)
Salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!