A. Kata (الكلمة )
Kata dalam Bahasa Arab berarti kalimah.
Pengertian kalimah yaitu:
لَفْظٌ لَهُ مَعْنًى
Lafazh (ungkapan) yang baginya ada suatu arti.
![]() |
| لغة القراء |
Dari pengertian tersebut
maka dapat dipahami bahwa lafazh adalah setiap ungkapan baik yang diucapkan
maupun tulisan. Dan makna dari ungkapan adalah apa yang dapat dipahami oleh
orang yang mendengarnya atau oleh orang yang membacanya (dalam bentuk tulisan).
Contohnya seperti:
الله – خَلَقَ – اْلأَرْضَ
Artinya: Allah, menciptakan, bumi.
Setiap kata di dalam
Bahasa Arab berubah-ubah akhirnya. Hal tersebut dapat dilihat dari contoh
penulisan lafazh Allah pada ayat-ayat dalam surah Al-Bayyinah ini:
رَّضِيَ اللهُ عَنْهُمْ – إِلَّا لِيَعْبُدُوا
اللهَ – رَسُولٌ مِنَ اللهِ
B. Macam-macam Kata ( أنواع الكلمة )
Kata (kalimah)
terdiri dari tiga macam, yaitu: isim, fi’il dan huruf.
1.
Isim (الإِسْمُ )
الإسم هو: كل كلمة تدل على أشياء أو معنى مجرد من الزمن
Isim yaitu: “setiap
kata yang menunjukkan pada arti (makna) segala sesuatu yang tidak berhubungan
dengan waktu.”
Contoh isim:
الحمد – رب – غاسق
Isim dapat dibedakan dengan yang lainnya dengan beberapa ciri khusus, yang
antara lain:
o Tanwin ( التنوين
) di akhirnya.
كفوًا؛ غاسقٍ؛ أحدٌ
o Terdapat alif-lam ( الـ ـ ) di awalnya.
الصمد؛ الفلق؛ الناس
o Khafadh atau majrur
(dijarkan) (الخفض \ مجرور )
بِرَبِّ الْفَلَقِ؛
مِن شَرِّ؛ مَلِكِ النَّاسِ
o Bertemu huruf nida (kata untuk memanggil) ( حرف النداء
)
يَا بَنِي
إِسْرَائِيلَ؛ يَا آدَمُ؛ يَا عِيسَى
o Penyandaran atau dapat dikabarkan (الإسناد إليه أو الإخبار عنه
)
فَهُوَ فِي عِيشَةٍ
رَّاضِيَةٍ؛ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
2.
Fi’il (اْلفِعْلُ )
الفعل هو: كل كلمة تدل على حدوث شيئ
في زمن خاص
Fi’il adalah:
“setiap kata yang menunjukkan pada terjadinya sesuatu pada waktu tertentu.
Fi’il dapat
dibedakan dengan yang lainnya bahwa padanya memungkinkan bertemu dengan hal-hal
berikut ini:
o Ta fa’il (تاء الفاعل
)
أَنْعَمْتَ – فَرَغْتَ
- قَدَّمْتُ
o Ta taknits (تاء التأنيث )
ثَقُلَتْ – تَبَّتْ – خُلِقَتْ
o Ya mukhatabah (ياء المخاطبة )
ارْجِعِيْ – فَادْخُلِيْ – إِفْعَلِيْ
o Nun Taukid (نون التوكيد )
لَتَرَوُنَّ –
لَتُسْأَلُنَّ – أقبلن
ويعرف أيضا بالأشياء الآتية:
o Didahului dengan lafadz qad ( قَـدْ
) , huruf sin (س ) atau saufa ( سوف )
قَدْ أَفْلَحَ – لَقَدْ
خَلَقْنَا – وقَد تَّعْلَمُونَ
سَيَقُولُ – سَيَصْلَىٰ - سَيَعْلَمُونَ
سَوْفَ تَعْلَمُونَ – فَسَوْفَ
يَدْعُو – فَسَوْفَ يُحَاسَبُ
3.
Huruf ( الحرف )
الحرف هو ما ليس له معنى إلا مع غيره.
Huruf yaitu setiap kata yang tidak memiliki makna (yang dapat
dipahami) kecuali jika ada bersama yang lain.
Contohnya:
فِيْ – مِنْ – وَ – بِـ – كَـ – أن – لم – لن – إنَّ – إلّا – كلّا – فَـ
C. Kalam / Jumlah / Kalimat ( الجملة
\ الكلام )
الجملة هي ما تركب من
كلمات وأفاد معنى تاما
Jumlah/kalam yaitu: ungkapan yang terdiri dari beberapa
kata dan menunjukkan makna yang sempurna.
Contoh:
الحمد لله – محمد رسول الله – أَهْلَكْتُ مَالًا – اسـتـقم
Jumlah terdiri dari dua jenis,
yaitu:
o
Jumlah ismiyah ( جملة إسمية
), yaitu:
الجملة التي تبدأ باسم
Jumlah/kalimat yang diawali dengan isim.
Contohnya:
الحمد لله – محمد رسول الله – رضي الله عـنهم
o
Jumlah fi’liyah ( جملة فعلية
), yaitu:
الجملة التي تبدأ بفعل
Jumlah/kalimat yang diawali dengan fi’il.
Contohnya:
يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًا – أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ – سَيَقُولُ
السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ
D. Syibhu Jumlah ( شبه الجملة )
Disebut Syibhu
Jumlah karena ungkapan ini menyerupai jumlah/kalimat; yakni terdiri dari
susunan dua kata. Ungkapan ini dapat ditemukan pada bentuk berikut ini:
-
Zharf yang diikuti
dengan mudhaf ilaih ( ظرف بعده مضاف إليه ), contohnya:
مام الفصل – قـبل الظهـر – يَوْمِ الدِّينِ
-
Jar majrur ( جار ومجورو ), yakni huruf jar dan isim yang mengikutinya.
Contohnya:
في تضليل – عَنِ
النَّعِيمِ – فِي عِيشَةٍ
CATATAN: Artikel ini merupakan terjemah dari pembahasan awal pada modul pembelajaran
Ilmu Nahwu di Pondok Pesantren Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk – Garut, Lughatul
Qurraa yang disusun oleh penulis sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!