Puasa Ramadhan

Pendahuluan
Satu bulan sebelum bulan Ramadhan menjelang, tayangan iklan-iklan di televisi sudah memperlihatkan nuansa yang berbeda. Salah satu produk minuman, sebagai contoh, sudah mulai memperlihatkan suasana Ramadhan dengan menampilkan ikon baju koko, suasana menjelang berbuka dan simbol-simbol lain yang identik dengan umat Islam seperti mesjid dan lain-lainnya. Tidak lama kemudian iklan produk lain dan informasi mengenai tayangan untuk bulan Ramadhan semakin menyemarakkannya.
Rupanya iklan-iklan tersebut tidak ingin melewatkan suatu kesempatan yang luar biasa (baca: lebih dulu menyambut kedatangan bulan Ramadhan) seolah-olah dapat menangkap apa yang digambarkan Rasulullah s.a.w.:
قد جاءكم شهر مبارك افترض عليكم صيامه تفتح فيه ابواب الجنة وتغلق فيه ابواب الجحيم وتغلّ فيه الشياطين، فيه ليلة خير من ألف شهر، من حرم خيرها فقد حرم. (رواه أحمد والنسائي والبيهقي)
“Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang diberkahi, yang diwajibkan berpuasa, dibukakan pintu-pintu sorga dan ditutup pintu-pintu neraka (selama bulan tersebut) dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan ini terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka barang siapa yang memuliakan kebaikannya sungguh ia mendapatkan kemuliaan.”
Persiapan apakah yang telah kita lakukan untuk menyambut kedatangan bulan tersebut?
Marhaban ya Ramadhan. Mari kita sambut kedatangannya dengan segala kelapangan agar tumpah ruah rahmat, berkah dan maghfirah Allah di dalamnya dapat tertampung dengan baik. Untuk sudah sewajarnya kita menyambutnya dengan mempersiapkan diri dan tekad kita agar dapat menjalani bulan tersebut dengan sebaik-baiknya dan tidak menjadikan apa yang kita lakukan di bulan tersebut sebagai kesia-siaan.

Keistimewaan Ramadhan
Di antara keistimewaan Ramadhan adalah:
-            Diwajibkannya berpuasa (shaum ramadhan)
Ibadah puasa merupakan salah satu rukun Islam dan memiliki kedudukan tersendiri di dalam Pandangan Allah SWT. Sebagai syari’at, ibadah puasa mengandung berbagai hikmah bagi orang yang menjalankannya, seperti: menumbuhkan kesadaran, sikap dan prilaku yang benar yang dapat menuntun manusia memperoleh berbagai kebaikan dan hikmah lainnya seperti dampaknya bagi kesehatan jasmani dan lain sebagainya.
-            Al-Quran diturunkan di bulan Ramadhan ke bumi dan untuk pertama kalinya diwahyukan kepada Rasulullah s.a.w.
-            Puasa Ramadhan merupakan kifarat atas dosa-dosa yang diperbuat sebelumnya setiap tahunnya dari Ramadhan ke Ramadhan.
-            Dibukakannya pintu-pintu sorga, ditutupnya pintu-pintu neraka dan dibelenggunya syaithan
Ibadah Puasa di Dalam Syari’at Islam
Secara umum puasa diartikan dengan menahan diri, berhenti dari melakukan sesuatu. Hakikat puasa (shaum) adalah pengendalian diri (kata-kata ini pernah populer dengan suaranya KH Zainudin MZ), dan memang demikianlah adanya. Dari gambaran yang terdapat di dalam Al-Quran (lih. QS Al-baqarah: 183,184,185 dan 187), uraiannya menuntut adanya pelaksanaan ibadah tersebut dengan kesempurnaan tanpa sedikitpun kesalahan.
Rasulullah s.a.w. bersabda:
عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: " قال الله عزوجل: كل عمل ابن آدم له إلا الصيام، فإنه لي ، وأنا أجزي به، والصيام جنة، فإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث، ولا يصخب، ولا
 يجهل، فإن شاتمه أحد، أو قاتله، فليقل: إني صائم، مرتين، .... ". رواه أحمد، ومسلم، والنسائي  
“Allah mengatakan: Setiap amal ibnu Adam adalah untuk dirinya sendiri tetapi puasanya itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya secara tersendiri. Puasa itu adalah perisai, maka apabila seorang dari kalian berpuasa janganlah ia berkata-kata keji/kotor, jangan pula memaki, dan jangan menghina. Maka apabila ada orang lain yang memaki dan mengajak bermusuhan, maka katakan ‘aku sedang berpuasa’ dua kali...”
Secara fiqhiyah puasa didefinisikan dengan menahan makan, minum dan hal lain yang dapat membatalkan puasa dari waktu fajar sampai menjelang malam (maghrib) yang dilandasi dengan niatnya.[1] 
Tujuan puasa adalah membentuk pribadi yang takwa (QS Al-Baqarah (02): 183). Membentuk pribadi yang takwa tidak dapat dilakukan dengan mudah tanpa ada upaya (riyadhah) tertentu yang dilakukan seseorang, yang salah satunya adalah ibadah puasa.  

Penyempurna  Ibadah Puasa
Untuk kesempurnaan ibadah puasa seyogyanya kita memperhatikan adab berpuasa sebagai berikut:
-            Mengakhirkan makan sahur
-            Menyegerakan berbuka
-            Berdoa di kala berbuka dan selama berpuasa
-            Menjaga/menjauhkan diri dari segala hal yang merusak puasa
- Membersihkan rongga mulut (bersiwak/gosok gigi)
-         Memperketat segala aktivitas beribadah di saat menjelang sepuluh hari terakhir.[2]
Di samping itu seyogyanya kita memperbanyak ibadah-ibadah lain seperti:
-            Qiyam al-Lail (Shalat Tarawih)
-            Tadarus Al-Quran
-            Memberikan makanan untuk berbuka
-            Menghadiri majlis ta’lim
-            Bersedekah, dan lain sebagainya.

Antisipasi Kesia-siaan Bagi yang Berpuasa
Rasulullah s.a.w. bersabda:
من لم يدع قول الزور زالعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه (رواه الجماعة إلا مسلما عن أبي هريرة)
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan atau perbuatan keji, maka Allah tidak akan melihat kebaikan apapun darinya meskipun ia meninggalkan makan dan minum (berpuasa) sekalipun.”
رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر (رواه النسائي وابن ماجة والحاكم)
“Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar.”
Syari’at Islam sarat dengan hikmah dan kebaikan sejauh kita dapat melaksanakannya dengan baik dan terbebas dari hal-hal yang dapat merusaknya.
[1] Sayid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, 1983, h. 364
[2] Sayid Sabiq, h. 385-388
Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!