Apakah Anda termasuk pengguna gawai (gadget) perangkat seluler atau termasuk orang yang abai atau bersikap apriori yang cenderung menilainya sebagai degradasi kehidupan karena cenderung melihat fakta-fakta anomali kemanusiaan. Berbagai bentuk pengembangan dan inovasi alat yang satu ini memang cenderung pesat mengintimidasi (haha!) banyak latar belakang tertentu untuk selalu mengikutinya. Apa yang bisa dilakukan dengan gadget, bahkan, barangkali sudah melampaui kapasitas kebutuhan orang atas keberadaannya. Walhasil, dengan atau tanpa disadari, seseorang selalu tampak lebih "bodoh" dari gadget yang dimilikinya. Meskipun di sisi lain kita mampu berseloroh tentang hebatnya kemampuan uang, jika menyangkut isi kantong, dalam memanjakan seseorang dengan sedikit "sentuhan" saja pada layar ponsel, apakah kita dapat jujur bahwan nilai kebaikan yang datang dari sana menjadi lebih "hebat" ataukah justru sebaliknya.
Sebut saja tentang mudahnya berselancar mengakses berbagai informasi,
Sebut saja tentang konsistennya sifat terhubung dengan seseorang atau banyak orang, tentang teman hidup Anda atau shahabat, atau sebut saja tentang kegemaran membaca, atau apapun yang semestinya menjadi lebih mudah.
Anomali; yang ada justru kita cebderung memilah informasi atau fkhazanah dan melewatkan banyak hal penting dan cenderung berpikir parsial. Keakraban justru dirasa nyaman saat dilakukan dengan membuat jarak. Kemampuan membaca cenderung pasif dan cepat "puas".
Sementara yang Anda lewatkan, yang datang secara utuh dan menyeluruh tetapi begitu bersahaja untuk bisa dipahami, yang bisa mengangkrabkan dan meniadakan jarak, mendorong untuk selalu bisa membaca meski tak memahami dan menjadi lebih dahaga atas ilmu sementara di sisi lain selalu dapat menyingkap tabir-tabir; dan dengannya pula segala kebaikan datang menghampiri dengan atau tanpa disadari. Ialah Al-Quran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!