Membela Al-Quran

Membela Al-Quran, bukanlah ungkapan untuk menempatkan Al-Quran sebagai objek. Ungkapan seperti ini pula digunakan juga ungkapan "menolong Allah" (47: 7), yang tidak dapat dimaknai secara zhahir karena Allah Maha Perkasa dan tidak membutuhkan apapun dari makhluk.
Demikian pula Al-Quran, dengan jaminan bahwa Alla akan selalu menjaganya, bukan berarti membutuhkan pembelaan dari manusia. Sebagai umpama saja, seseorang yang menyalakan obor tidak akan mendapatkan terangnya apabila tidak menjaga obornya.
Tegaknya kalimatullah, terpeliharanya Al-Quran, tidaklah tergantung pada upaya dan tindakan heroik manusia. Akan yang sebenarnya berlaku adalah manusia sepenuhnya tergantung pada Allah Yang Maha Luhur. Dan, Al-Quran yang menjadi petunjuk baginya yang akan dapat menjaganya dari kesesatan yang menghinakan.
Kejatuhan, kehinaan hanya akan terjadi pada orang yang tidak berupaya dalam menegakkan atau memelihara Al-Quran. Dalam nilai yang terkandung pada ungkapan berjuang demi tegaknya kalimatullah dan membela Al-Quran substansinya adalah menjaga diri sendiri dari kejatuhan dan kehinaan. Rasulullah s.a.w. mengatakan:

 إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ (مسلم; ٨١٧)
"Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat segolongan manusia dengan Kitab (Al-Quran) ini dan menjatuhkan sebagian lainnya." (Riwayat Muslim No. 817)



Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!