Keutamaan Hari Jumat

Tidak sedikit yang tidak memahami bahwa hari Jumat merupakan salah satu hari raya umat Islam atau bahkan sama sekali mengabaikannya termasuk mengabaikan shalat jumat. Padahal hari tersebut memiliki keistimewaan dan keutamaan bagi orang yang beriman dan Allah menyediakan pahala dan kebaikan yang tidak terhingga bagi orang yang dapat mengisinya dengan berbagai ibadah dan kebaikan.
_
Tidak sedikit pula orang yang terpengaruh oleh cara pandang yang keliru mengenai hari Jumat (umumnya malam Jumat) sebagai hari yang menyeramkan dan justru lebih mempertimbangkan ketakukan-ketakutan akan hal-hal yang tidak benar sama sekali. Alih-alih dapat meraih keutamaan hari Jumat, kesan seram tersebut justru bisa jadi menjerumuskan seseorang pada tindakan dan itikad yang sangat sesat, yaitu kemusyrikan.
Rasulullah s.a.w. mengatakan:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ (رواه مسلم وأبو داود والنسائي والترمذي)
“Sebaik-baiknya hari yang matahari hari terbit padanya ialah hari Jumat. Di hari tersebut Adam a.s. diciptakan, di hari tersebut ia dimasukkan ke surga, di hari tersebut ia dikeluarkan dari surga dan tidaklah terjadi hari kiamat itu kecuali di hari Jumat.” (Riwayat Muslim, Abu Daud, Nasai dan Tirmidzi)

Rasulullah s.a.w. juga mengatakan:

سيد الايام يوم الجمعة وأعظمها عند الله تعالى، وأعظم عند الله تعالى من يوم الفطر ويوم الاضحى، ... (رواه أحمد)
“Rajanya hari ialah hari Jumat dan merukan hari yang paling agung di sisi Allah. Ia lebih agung di sisi Allah dari hari Idul Fitri maupun hari Adha, ...” (Riwayat Ahmad dan Ibn Majah; Al-Bani mengatakan, sanad hadits ini dha’if. Akan tetapi ungkapan mengenai ungkapan sayyidul ayyam memiliki banyak pendukung/syawahid)

Di samping keutamaannya tersebut, di dalam hari Jumat ada kesempatan yang apabila seseorang meminta maka Allah akan memenuhi segala hajatnya. Dari itu sangat dianjurkan untuk bersungguh-sungguh berdoa pada kesempatan tersebut. Rasulullah s.a.w. mengatakan:

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً - وَأَشَارَ بِكَفِّهِ كَأَنَّهُ يُقَلِّلُهَا - لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ (رواه أحمد؛ صحيح)
“Sesungguhnya pada hari Jumat itu ada satu kesempatan – dan beliau s.a.w. mengisyaratkan dengan telapak tangan bahwa itu sangat sempit – yang tidaklah seorang hamba muslim yang siaga dalam memohon kepada Allah kecuali bahwa Allah akan memberikannya kepadanya.” (Riwayat Ahmad)
_

Dalam riwayat-riwayat lain disebutkan bahwa waktu tersebut adalah setelah ashar. Dari itu hendaknya menjadi perhatian seorang muslim dalam meningkatkan aktivitas ibadah khususnya menjelang dan pada hari jum’at. Banyak amalan dan sunnah-sunnah yang dapat dilakukan pada hari Jumat, seperti membaca Al-Quran khususnya surat Al-Kahfi yang dapat dilakukan sejak petang menjelang malam Jumat, berdzikir dan atau sekedar berdiam diri di masjid (beri’tikaf) menunggu kedatangan waktu shalat.
Rasulullah s.a.w. berkata:

مَنْ انْتَظَرَ صَلَاةً فَهُوَ فِي صَلَاةٍ حَتَّى يُصَلِّيَ (صحيح، رواه أحمد)
 “Barang siapa (menyediakan diri untuk) menunggu shalat maka ia (dinilai) berada dalam shalat sampai ia menunaikan shalat itu sendiri.” (Riwayat Ahmad)


Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!