Berdoa dan Substansi Kehambaan


Sudahkah Anda berdoa? Tentu kita sepakat untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban, “ya, pernah.”
_
Berdoa adalah menyampaikan permohonan kepada Allah SWT. Barangkali seseorang menganggap hal itu dilakukan dalam keadaan tertentu saja sehingga tidak jarang orang yang sama sekali atau dalam waktu yang lama tidak menyampaikan permintaan (berdoa) kepada Allah. Banyak hal yang dapat membuat seseorang berhenti berdoa atau enggan berdoa, namun patut menjadi perhatian kita adalah bagaimana kedudukan orang yang enggan berdoa di dalam firman Allah SWT:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ [٤٠: ٦٠]
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari berdoa kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".” (Ghafir/40: 60)
Ibnu Katsir menjelaskan bahwasannya ungkapan ‘menyombongkan diri dari menyembah-Ku’ adalah sikap yang membuat seseorang enggan untuk meminta dan mentauhidkan Allah. Tidak ada alasan yang benar bagi seorang makhluk untuk tidak meminta kepada Allah Dzat yang menguasai seluruh alam, yang segala kebaikan setiap makhluk tidak terlepas dari kehendak-Nya karena setiap makhluk adalah faqir di hadapan Allah ( lih. QS. 35: 15 dan 47: 38). Oleh karena itu kita mendapat satu penegasan dari Rasulullah s.a.w.:
إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ (رواه الترمذي، عن أبي هريرة)
“Sesungguhnya barangsiapa yang tidak meminta (berdoa) kepada Allah, maka ia akan dimurkai Allah.” (Riwayat Tirmidzi, dari Abu Hurairah r.a.)
_
Maka sangatlah keliru apabila seseorang berpikir bahwa dirinya hebat ketika ia tidak pernah meminta kepada Allah SWT semisal ia tanpa kekurangan materi, diberi kemampuan luar biasa dan nyaris tidak pernah mengalami hal-hal buruk. 



Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!