Kekeliruan dalam Berdo’a yang Tidak Mendatangkan Kebaikan


Fitrah berketuhanan yang tidak tergantikan (QS. 30: 30) pada setiap jiwa akan senantiasa menariknya untuk selalu kembali kepada Allah dan salah satunya dengan berdoa. Keimanan seseorang seharusnya dapat membuat dia selalu berdoa kepada Allah, akan tetapi tak jarang orang yang berhenti berdoa pada keadaan tertentu atau bahkan setelah Allah mengabulkan doa-doa yang dia pintakan. Atau bentuk kekeliruan lain dalam berdoa yang disebabkan oleh ketidaktahuan seseorang bagaimana harus meminta kepada Allah
_

Doa merupakan pengukuhan bahwa setiap jiwa (makhluk) itu senantiasa membutuhkan (faqir) akan karunia Allah. Apapun yang dikaruniakan Allah kepada makhluk-Nya adalah tidak terhitung (QS. 16: 18), akan tetapi karena lupa bahwa segala sesuatu bersumber dari Allah, manusia kemudian hanya menisbatkan kepada Allah untuk sebagian kecil saja atau justru untuk hal-hal yang tidak diberikan Allah kepadanya, yakni apa yang diangan-angankannya saja. Angan-angan yang tidak seberapa inilah yang menghalanginya dari bersyukur.
Dari keadaan tersebut seseorang boleh jadi memanjatkan doa kepada Allah dengan sungguh-sungguh, akan tetapi apa yang dia lakukan (doanya sendiri) justru menjadi hal buruk bagi dirinya, yakni seperti gambaran berikut ini:
a)        Berdoa secara sempit tanpa nilai kebaikan sama sekali, sebagaimana digambarkan dalam ayat berikut:

فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ [٢: ٢٠٠]
“Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (Al-Baqarah/2: 200)
Kecenderungan ini salah satunya dengan memandang rejeki yang diberikan Allah dalam bentuk materil saja seperti jumlah uang yang banyak, kekayaan yang melimpah, atau hal-hal lain yang selalu diidamkan manusia tanpa memperdulikan kebaikan apa yang bisa diraihnya dalam hal tersebut terutama untuk kebaikan akhiratnya. Doa yang seperti ini, bahkan jika Allah berkenan mengabulkannya, tidak ada kebaikan pada apa yang dipintanya tersebut.

b)        Berdoa hanya di waktu susah saja, seperti yang digambarkan ayat berikut:

وَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [١٠: ١٢]
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Yunus/10: 12)
Seseorang hanya datang kepada Allah di saat melihat sesuatu itu buruk menurutnya sementara di balik itu sedemikian banyak nikmat Allah yang diterimanya tidak pernah disyukurinya. Apa yang dihadapinya dari hal buruk tersebut sejatinya datang untuk mengingatkan dia agar mengingat Allah. Akan tetapi karena tiada rasa syukur dalam dirinya, di saat bahaya itu berlalu ia malah lupa bahkan dengan apa yang baru saja dimintanya. 

c)        Tergesa-gesa dan putus asa, yaitu seperti digambarkan dalam hadits Rasulullah s.a.w.:
يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي (رواه البخاري ومسلم)
“Akan dikabulkan untuk (doa) setiap orang dari kalian selagi ia tidak tergesa-gesa. (Tergesa-gesa yaitu ketika) ia mengatakan, "aku telah berdoa, tapi tidak juga dikabulkan".” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Sikap ini merupakan prasangka buruk yang ditujukan kepada Allah sekaligus keputusasaan akan rahmat-Nya yang merupakan sifat kekufuran. Alangkah tidak terbayangkan akibat yang akan ditanggungnya ketika Allah mengikuti prasangka buruknya baik dalam hal ia berdoa maupun seluruh hidupnya.
_
Seseorang yang berdoa dengan segenap kesungguhannya bahkan berurai air mata, serta demikian terus ia melakukannya, akan tetapi dengan ketiga hal di atas bukannya kebaikan yang didapatnya meskipun Allah mengabulkan permintaannya.




Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!