Dunia Dibanding Sesaat di Akhirat


Setiap orang pasti pernah merasakan kesusahan dan kesenangan di dalam hidupnya. Secara umum tidak ada yang menginginkan kesusahan, sehingga tidak jarang orang yang hanya dapat melihatnya secara negatif bahkan ketika hal itu dihubungkan dengan Tuhannya. Sebaliknya, dalam mendambakan kesenangan atau mendapatkannya, tak jarang orang yang tak ambil peduli dengan akibat yang harus diterimanya bahkan di saat kesenangan itu hanya mengarahkannya pada perbuatan maksiat dan kekufuran.
Pernahkah Anda mengalami keadaan atau melihat seseorang yang bergelimang kekayaan dengan segala kenikmatan hidup yang dapat diraihnya tiba-tiba ia baginya kesemuanya itu tidak bermakna sama sekali atau bahkan disesali? Atau seseorang yang setelah sekian lama mengalami kesusahan akan tetapi kemudian sampai pada satu keadaan yang membuatnya berpikir bahwa kesusahan itu bukan apa-apa? Berikut ini adalah gambaran keadaan tersebut sebagaimana dituturkan oleh Rasulullah s.a.w.:
يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً، ثُمَّ يُقَالُ: يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لَا، وَاللهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا، مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لَا، وَاللهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ، وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ (رواه مسلم عن أنس بن مالك)
“Kelak akan dihadapkan (yang telah mendapatkan) segala kenikmatan dunia  dari seorang penghuni neraka pada hari kiamat. Ia kemudian dicelupkan di neraka satu celupan saja, lalu ia ditanya: “Wahai anak Adam, apakah kamu masih menganggap semua (nikmat didunia itu) adalah baik, atau apakah yang berlaku atasmu adalah nikmat?” Ia menjawab, “tidak, demi Allah ya Tuhanku.” Lalu didatangkan orang yang sangat berkesusahan semasa di dunia dari ahli surga, kemudian ia dicelupkan ke surga satu celupan saja, kemudian ia ditanya: “Wahai anak Adam, apakah kamu memandang semua (yang dilalui di dunia) adalah kesusahan bagimu atau, apakah kamu telah melewati sesuatu kesusahan (sebelum ini)?” Ia menjawab; “Demi Allah, tidak ada hal buruk yang berlaku atasku sama sekali ya Tuhanku dan aku sama sekali tidak melihat kesusahan sama sekali.” (Riwayat Muslim dari Anas bin Malik)
_
Seperti halnya banyak orang yang lupa bahwa kesenangan yang didapatnya adalah pemberian dari Allah SWT, tak sedikit pula orang yang tidak memahami betapa kasih sayang Allah itu sangat besar bahkan di saat kesusahan sekalipun. Sehingga, apakah dengan kesenangan atau kesusahan, tak banyak yang dapat mempertahankan sikap syukur dan kesabaran yang tak lain merupakan wujud penyandaran segala sesuatu kepada Allah SWT.
Hadits di atas memperlihatkan dengan nyata bahwa sehebat apapun kesenangan di dunia itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pedihnya berada di neraka meskipun sesaat. Dan sebaliknya, seberat apapun kesusahan yang dialami seseorang itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan nikmatnya sesaat berada di surga meskipun sesaat.




Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!