Semakin Hasud Semakin Gemar Menjelek-jelekkan

      Yang seringkali tidak disadari seseorang ketika gemar menjelek-jelekkan orang lain adalah bahwa hal itu tidak akan pernah membuatnya menjadi sosok yang lebih baik. Sifat hasud didorong oleh ketdak-mampuan untuk menolak satu fakta kebenaran yang tidak disukai (lih. QS 002: 109).

      Setelah muncul "ilusi" perasaan lebih baik atau takabur, sikap menjelek-jelekkan orang, di hadapan atau di belakangnya (ghibah) akan lebih mudah lagi dilakukan. Ia tak lagi membutuhkan fakta-fakta jelek atau logika yang benar, melainkan sekiranya dapat terlontar dari mulutnya apapun itu untuk menghinakan.
     Di sisi lain, adakalanya menjelek-jelekkan orang juga dilakukan untuk menutupi kejelekan serupa yang justru ada pada dirinya sendiri. Alih-alih dapat memperbaiki diri, ia hanya berpikir bahwa kejelekan itu hanya ada pada orang lain. Semakin buruk apa yang ditutupi dari dirinya, semakin hebat pula ia lontarkan pada yang lain dan semakin tidak sadar pulalah dengan kekeliruaanya sendiri.
_
     Yang harus diwaspadai adalah kejelekan itu menyangkut ihwal orang banyak, misalnya menyangkut tokoh satu kalangan tertentu, itu berarti kegemaran menimbulkan keburukan yang nyata-nyata Allah mengancamnya dengan adzab dunia & akhirat (lih. QS 024: 19).



Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Koreksi, kritik dan saran atau pertanyaan Anda, silahkan...!